Radio Komunitas Angkringan sedang mengembangkan sistem informasi desa dengan internet wajanbolic. Sistem ini diarasakan sangat mudah, murah dan ringan. Gagasan internet wajanbolic muncul karena radio komunitas angkringan yang sudah terkoneksi internet tidak dapat melayani kebutuhan warga dalam hal penggunaan akses internet.Internet di Radio Komunitas Angkringan juga dimanfaatkan untuk keperluan lain. Seperti warga datang untuk mencari kebutuhan informasi sesuai dengan kebutuhannya.
Warga menggunakan internet di Radio Angkringan untuk mencari bahan/tugas sekolah, mengirim email, dan sebagainya. Minat warga untuk memanfaatkan fasilitas internet di Angkringan belum bisa sepenuhnya terlayani. Ini karena studio Angkringan hanya buka pada saat siaran yaitu malam hari dari jam 19.00 sampai 23.00. Setiap malam warga dapat menggunakan internet.
Warga yang akan menggunakan internet harus antri karena Radio kumunitas Angkringan anya mempunyai tiga komputer. Karena salah satu komputer digunakan untuk siaran. Selain itu ruang radio yang sempit dan keterbatasan listrik yang ada di Radio Kumunitas Angkringan. Melihat kenyataan yang ada kemudian muncul gagasan untuk dapat menyebarluaskan koneksi internet kepada warga di Timbulharjo.
Berdasarkan pengamatan, setiap RT di Timbulharjo rata-rata terdapat 2 rumah yang mempunyai komputer. Desa Timbulharjo terdapat 148 RT, maka diperkirakan 300 warga yang memiliki komputer. Jumlah ini belum termasuk komputer yang dimiliki beberapa sekolah, pesantren, industri kerajinan, dan lembaga lain di desa Timbulharjo yang juga membutuhkan koneksi internet. Melihat potensi tersebut, pada bulan Agustus 2007 pengurus Angkringan menggagas rencana untuk menggelar jaringan internet di Desa Timbulharjo. Konsepnya adalah menggunakan model RT/RW net, yaitu mendistribusikan koneksi internet dalam sebuah wilayah kecil dengan teknologi nirkabel atau internet wajanbolic.
Studio Radio Angkringan dilengkapi tower setinggi 24 meter, digunakan sebagai access point koneksi internet. Warga yang akan berlangganan internet melalui Radio Komunitas Angkringan tinggal menyediakan USB wifi atau radio wireless LAN yang diperkuat dengan antena wajanbolic. Untuk mewujudkan rencana tersebut, mulai Oktober 2008 Angkringan telah melakukan ujicoba pemasangan wajanbolic pada beberapa lokasi di wilayah Desa Timbulharjo. Saat ujicoba menggunakan antena wajanbolic, titik-titik terluar wilayah Desa Timbulharjo bisa menjangkau acces point kecuali pada beberapa RT yang terhalang pohon besar ke arah Angkringan.
Awal pemasangan yang dilakukan pada bulan akhir bulan Mei 2008 dan sampai pertengahan bulan Juli sudah dapat terpasang internet wajanbolic di 12 titik/rumah. Jika dibandingkan dengan konsep community access point (CAP) yang umumnya ditempatkan pada satu lokasi, konsep sistem informasi desa atau RT/RW net yang dilakukan Angkringan memiliki beberapa kelebihan :
1. Koneksi internet yang terdistribusi akan memudahkan warga untuk bisa memanfaatkan internet dengan lebih mudah karena mereka tidak harus datang ke lokasi CAP/Radio Angkringan.
2. Peralatan yang terdistribusi pada sejumlah lokasi akan meringankan beban listrik, memudahkan pengamanan dan perawatan.
3. Warga bukan hanya berkedudukan sebagai end user, namun juga akan dituntut untuk bisa menguasai teknologi yang mereka gunakan. Dengan demikian proses alih teknologi berjalan lebih cepat dan luas.
4. Beban operasional akan ditanggung secara kolektif ( bersama ) sehingga lebh menjamin keberlanjutan.
5. Warga dapat memberikan berbagai macam informasi yang ada di wilayahnya masing – masing tanpa harus datang ke Radio Angkringan dan sebaliknya warga dapat mengetahui berbagai macam informasi yang berasal dari daerah lain tanpa harus datang kewilayah tersebut.
Program informasi desa dengan internet wajanbolic dijalankan untuk mencapai sasaran sebagai berikut :
1. Setiap wilayah/RT di Desa Timbulharjo dapat terhubung dengan koneksi internet, warga Desa Timbulharjo akan terlayani fasilitas internet.
2. Portal Desa Timbulharjo (www.timbulharjo.web.id) bisa dimanfaatkan oleh warga dan pemerintah Desa Timbulharjo baik untuk kebutuhan internal komunitas maupun untuk kebutuhan eksternal.
3. Media Komunitas Angkringan memiliki kapasitas untuk berperan sebagai penyedia layanan internet di Desa Timbulharjo Proses Pemasangan Internet Wajanbolic Sebelum pemasangan alat Internet Wajanbolic, terlebih dahulu dilakukan survey pada lokasi atau warga yang akan mengakses internet.
Tim Angkringan akan melakukan survey. Jarak, bangunan tinggi dan pohon besar akan mempengaruhi spesifikasi alat yang dibutuhkan pada setiap lokasi pemasangan. Melalui survey tersebut akan didapatkan informasi tentang kebutuhan alat dan ketinggian antena yang dibutuhkan. Untuk keperluan survey tersebut, tim Angkringan dilengkapi dengan komputer jinjing, tower bergerak (bambu) dan peralatan Internet Wajanbolic.
Setelah di tempat survey didapatkan sinyal dan dapat digunakan untuk akses internet, maka peralatan internet wajanbolic langsung dipasang ditempat survey tersebut. Kemudian bagi warga atau lembaga yang berminat melanjutkan langganan internet, mereka akan diminta untuk membeli peralatan yang sudah terpasang dengan cara mengangsur. Selain melunasi pembelian alat, pelanggan juga akan dikenakan biaya sambungan internet sekali dalam sebulan.
Sistem pembayaran akan diatur sedemikian misalnya dengan musyawarah bersama untuk menentukan berapa besar biaya yang harus dibayarkan, sehingga tidak memberatkan warga namun juga tidak menghambat rencana pengembangan internet desa. Sedangkan peralatan yang dibutuhkan untuk pemasangan Internet wajanbolic terdiri dari : Radio wireless LAN 2,4 Ghz atau USB Wifi, Wajan aluminium, Kabel UTP ( untuk Radio wereless maksimal 100 meter dan USB Wifi maksimal 15 meter), Pipa PVC 3 dim beserta 2 tutup pralon, Aluminium foil dan bambu sebagai tiangnya.






